Mikdar : Proyeksi Kenaikan PAD Lampung Tahun 2024, Realistis dan Optimis

WARTAPOST.CO.ID, Bandar Lampung — Proyeksi kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Lampung, menjadi hal positif bagi kemajuan  pembangunan secara menyeluruh di segala lini. Mulai dari bidang infrastruktur, pertanian, perkebunan, SDM dan SDA, di Provinsi yang berjargon Sai Bumi Ruwa Jurai.

Atas dasar itu, Badan Anggaran DPRD Provinsi Lampung bersama Eksekutif menyepakati memproyeksikan pendapatan daerah naik, dari 7,3 Triliun menjadi Rp8.082.755.222.382,17 (Rp. 8 triliun lebih).

“Proyeksi kenaikan PAD yang sudah disepakati, sangat realistis dan optimis tercapai. Karena, Lampung memiliki banyak sektor yang berpotensi menghasilkan, untuk mewujudkan peningkatan PAD kita,” kata Anggota Badan Anggaran DPRD Provinsi Lampung, Mikdar Ilyas. Selasa (07/11/2023).

Lebih lanjut, Anggota Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Lampung itu mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pembahasan bersama dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), ada sejumlah sektor yang berpotensi mendongkrak PAD kita. Pertama, masukan dan permintaan dari masyarakat, khususnya berkaitan dengan infrastruktur jalan. Kedua, dampak kekeringan lahan pertanian di sejumlah titik, dan membutuhkan sumber air (sumur bor). Ketiga, berdasarkan pembahasan dengan Bapeda yang mengaku optimis PAD Lampung bisa naik.

“Sementara, dari pemaparan Dispenda. Potensi kenaikan PAD cukup besar, diantaranya Pajak kendaraan, aset Pemprov yang masih dalam proses lelang, dan pengolahan aset-aset yang lain. Nah, dengan kondisi yang disampaikan kemaren waktu pembahasan. Kami sangat optimis 8 triliun bisa tercapai,” ujarnya.

Bahakan, Sekretaris Komisi V DPRD Lampung itu mengaku. Jika, dikelola dengan baik, Pajak kendaraan yang ada bisa mencapai target PAD itu sendiri. Tinggal, bagaimana sistem dan pengelolaan yang digunakan oleh eksekutif bersama OPD terkait.

“Saya sangat yakin, dan optimis target peningkatan PAD bisa tercapai. Ketika, sinergi dan sistem yang digunakan tepat. Saran, saya OPD dan eksekutif memberikan solusi pemutihan secara masal, setelah itu ketaatan warga terhadap pajak kendaraan bisa berjalan sesuai harapan,” ujarnya.

Oleh karena itu, DPRD juga meminta kepada OPD terkait untuk memaksimalkan proyeksi itu sendiri. Jangan sampai hanya wacana dan target semata. Sehingga, kegunaan anggaran bisa betul-betul dirasakan oleh masyarakat.

“Ini penting, karena kita sangat mengharapkan sinergi positif antara legislatif dan eksekutif melalui proyeksi peningkatan PAD. Bisa benar-benar terwujud. Dan kami minta, dukungan dari masyarakat menjadi penting, agar potensi SDA yang ada bisa dikelola dengan baik,” ungkap Senior Partai Gerindra Lampung itu.

Related posts