
WARTAPOST.CO.ID, Pringsewu — Anggota DPRD Provinsi Lampung, Mohammad Reza Berawi, mengapresiasi serta ucapan terimakasih kepada masyarakat, khususnya di Pekon Sumber Bandung, atas kepercayaan dalam Pileg 2019 lalu. Hal itu, sampaikan saat hadir dalam kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan. Minggu (07/09/2025).
“Terima kasih atas pilihan bapak dan ibu di Pemilu 2019 kemarin. Suara yang kami terima sangat baik, terutama di Pekon Sumber Bandung. Ini adalah amanah yang harus kami jalankan sebaik-baiknya,” kata Reza.
Dalam kesempatan tersebut, Anggota Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Lampung tersebut menjelaskan sejumlah program pembangunan pemerintah provinsi yang telah dan akan berjalan.
“Jika soal Pancasila, nanti ada narasumber yang memaparkan secara detail. Nanti, ikuti kegiatan dengan baik,” ujarnya.
Fokus Infrastruktur Jalan Anggota Komisi I DPRD provinsi Lampung mengungkapkan bahwa Lampung masih menghadapi tantangan besar di bidang infrastruktur jalan. Pada awal masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, pemerintah melakukan efisiensi anggaran agar program berjalan tepat sasaran.
“Provinsi Lampung telah melakukan perbaikan jalan utama, kurang lebih 11 ruas. Salah satunya jalur Sukoharjo – Pringsewu yang sebelumnya rusak parah,” jelasnya.
Untuk tahun 2026, kata Reza, Pemerintah Provinsi berencana melakukan pinjaman daerah sebesar Rp1 triliun guna memperbaiki 14 ruas jalan provinsi.
“Kalau semua terealisasi, Insyaallah Lampung di tahun 2026 jalannya akan sangat baik. Tentu ada peran pemerintah pusat untuk jalan nasional, pemerintah provinsi untuk jalan provinsi, dan kabupaten untuk jalan lingkungan,” ungkapnya.
Kedua, Bidang Pendidikan.
Selain infrastruktur, Reza menyoroti program pendidikan. Ia menyebut Pemprov Lampung telah menganggarkan hampir Rp100 miliar untuk menebus ijazah siswa yang sempat ditahan pihak sekolah.
“Kalau ada anak bapak ibu yang ijazahnya ditahan karena biaya, laporkan. Kami akan bantu tindak lanjuti agar anak bisa melanjutkan sekolah,” tegasnya.
Bahkan, Reza Berawi juga memastikan tidak ada lagi pungutan komite sekolah di tingkat SMA/SMK yang menjadi kewenangan provinsi.
“Sekolah negeri gratis. Kalau masih ada pungutan, segera laporkan,” tambahnya.
Ketiga, Bidang Kesehatan dan Gizi Anak. Menurutnya, program BPJS Kesehatan gratis yang pernah digulirkan dengan kuota terbatas. Pada periode sebelumnya, 85 anggota DPRD secara kolektif menyediakan 50 ribu kuota BPJS gratis untuk masyarakat kurang mampu.
“Kalau program ini dilanjutkan, kami akan kembali tawarkan bagi masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
Selain itu, Reza Berawi juga menyampaikan program makan bergizi gratis untuk siswa, yang saat ini baru dijalankan secara terbatas di beberapa kabupaten/kota.
“Di Lampung ada sekitar 76 ribu anak yang ditargetkan, tapi yang sudah berjalan baru sekitar 300 siswa di tahap awal. Program ini bertahap, tujuannya agar pertumbuhan anak lebih baik,” jelas Reza.
Selain itu, Reza Berawi menekankan bahwa seluruh program ini adalah bentuk tanggung jawab pemerintah daerah bersama pusat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Harapannya, informasi ini bisa sampai ke masyarakat luas. Kami di DPRD akan terus mengawal agar program ini benar-benar dirasakan manfaatnya,” tegasnya.
Kepala Pekon Sumber Bandung Harap Pemerataan Pembangunan Jalan Demi Keadilan Sosial
Pringsewu — Kepala Pekon Sumber Bandung, Kecamatan Pagelaran Utara, Abdul Rohman, menyampaikan harapannya agar pembangunan infrastruktur khususnya jalan dapat lebih merata dan dirasakan langsung oleh masyarakat di wilayahnya. Hal itu ia ungkapkan dalam sebuah kesempatan pertemuan dengan warga, Minggu (07/09/2025) pagi.
“Alhamdulillah pagi hari ini kita bisa berkumpul. Semoga dalam acara ini kita bisa mendapatkan manfaat untuk kehidupan kita ke depan,” ujarnya.
Abdul Rohman menekankan bahwa pembangunan jalan menjadi kebutuhan mendesak, karena masih ada wilayah yang belum tersentuh secara maksimal. Menurutnya, semangat keadilan sosial sebagaimana tercantum dalam Pancasila harus benar-benar diwujudkan dalam bentuk pemerataan pembangunan.
“Untuk selanjutnya kami mohon terutama bantuan jalan. Karena di Pancasila sudah jelas, Pak, keadilan sosial. Sementara kami merasa hal itu belum sepenuhnya tercermin. Info yang kami dapat, pembangunan memang ada, tapi di beberapa titik yang lain masih terabaikan,” jelasnya.
Ia mencontohkan pengerjaan jalan di kawasan Tanjakan Sekampung yang saat ini tengah berlangsung. Namun, panjang jalan yang dibangun masih terbatas.
“Kebetulan, sesuai informasi yang didapat Pantura hanya mendapat pembangunan jalan kurang lebih 250 meter. Atas dasar itu, kami sangat berharap bantuan tambahan pembangunan jalan,” tegasnya.
Abdul Rohman menambahkan, pembangunan infrastruktur tidak hanya memperlancar transportasi, tetapi juga mendukung aktivitas sosial dan keagamaan di masyarakat.

