
WARTAPOST.CO.ID, Bandar Lampung — Harapan panjang masyarakat untuk menikmati akses jalan yang layak di ruas Kalirejo – Bangun Rejo, Kabupaten Lampung Tengah, akhirnya mulai terwujud. Setelah menanti selama kurang lebih 15 tahun, pembangunan jalan tersebut resmi dimulai dengan pelaksanaan ground breaking yang disambut antusias oleh warga dan berbagai unsur pemerintahan setempat.
Anggota DPRD Provinsi Lampung, Miswan Rody, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas realisasi pembangunan yang dinilai sangat dinantikan masyarakat, khususnya di Kecamatan Kalirejo.
“Alhamdulillah, kita sangat bersyukur dan bangga. Upaya Pemerintah Provinsi Lampung, dalam hal ini gubernur beserta seluruh jajarannya, akhirnya mampu merealisasikan harapan masyarakat Kalirejo dan Bangun Rejo yang selama ini mengidamkan jalan yang baik,” ujar Miswan saat ditemui ruang kerjanya.
Menurutnya, momen peletakan batu pertama tersebut turut dihadiri berbagai elemen, mulai dari institusi kecamatan hingga tokoh masyarakat, yang menjadi bukti kuat dukungan bersama terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.
Miswan yang juga berdomisili di Kalirejo menegaskan bahwa dirinya menyaksikan langsung proses awal pembangunan yang kini telah berjalan. Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam mengawal pelaksanaan proyek agar berjalan sesuai rencana.
“Kita berharap masyarakat bisa ikut mengawasi dan menjaga, sehingga pihak ketiga yang mengerjakan merasa nyaman dan tidak ada gangguan. Hasil pekerjaan juga harus sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Lampung,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ketua DPD NasDem Kabupaten Lampung tersebut menekankan bahwa tanggung jawab menjaga kualitas jalan bukan hanya berada di tangan pemerintah, melainkan juga masyarakat sebagai pengguna.
“Jangan hanya pemerintah saja yang merawat, masyarakat juga harus ikut menjaga agar jalan ini bisa bertahan lama,” tambahnya.
Dari sisi teknis, Miswan menjelaskan bahwa salah satu permasalahan utama sebelumnya adalah buruknya sistem drainase yang menyebabkan genangan air saat hujan. Kondisi tersebut berdampak pada cepat rusaknya badan jalan. Namun, dalam pembangunan kali ini, sistem drainase menjadi perhatian serius. Saluran air di sisi kiri dan kanan jalan akan diperbaiki agar mampu mengalirkan air dengan baik dan mencegah genangan.
“Kalau dulu setiap hujan air menggenang karena drainase tidak berfungsi dengan baik, sekarang sudah disepakati akan dikerjakan secara maksimal agar air tidak lagi tergenang di badan jalan,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pengaturan tonase kendaraan yang melintas agar tidak melebihi kapasitas jalan. Berdasarkan perencanaan, jalan tersebut dirancang untuk menopang beban kendaraan hingga sekitar 25 ton.
“Kendaraan yang melintas harus disesuaikan dengan kapasitas jalan. Jangan sampai melebihi tonase karena bisa mempercepat kerusakan,” katanya.
Dengan spesifikasi yang dirancang saat ini, Miswan optimistis jalan Kalirejo–Bangun Rejo dapat bertahan hingga 15 tahun ke depan jika dirawat dengan baik dan digunakan sesuai ketentuan.
“Kalau semua berjalan sesuai aturan, insyaallah jalan ini bisa mulus hingga 15 tahun ke depan. Ini yang harus kita jaga bersama,” pungkasnya.
Pembangunan ruas jalan Kalirejo–Bangun Rejo diharapkan tidak hanya meningkatkan konektivitas antarwilayah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Lampung Tengah secara lebih merata.

