
WARTAPOST.CO.ID, Bandar Lampung — Anggota Fraksi PKS DPRD Lampung, Heni Susilo, meminta pemerintah daerah di Provinsi Lampung meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau 2026 yang diprediksi berlangsung lebih panjang dan lebih kering dibandingkan kondisi normal.
Menurut Heni, informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi meluasnya musim kemarau di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Sumatera, harus menjadi perhatian serius seluruh pemerintah daerah. Langkah antisipatif, katanya, harus dilakukan sebelum dampaknya dirasakan masyarakat.
“Kalau tentang kemarau yang diperkirakan akan meluas, termasuk di wilayah Sumatera, maka yang menjadi respons kita adalah pemerintah daerah harus memastikan kesiapsiagaan sebelum dampaknya dirasakan oleh masyarakat,” ujar Heni.
Lebih lanjut, Anggota Komisi III DPRD Provinsi Lampung tersebut menjelaskan. Prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun 2026, akan lebih panjang dengan puncak kemarau di Lampung diperkirakan terjadi pada September, sementara sebagian wilayah Sumatera mengalami puncak kemarau pada Juli hingga Agustus, harus menjadi dasar penyusunan langkah mitigasi di berbagai sektor. Sebab, dirinya menilai sektor ketahanan pangan menjadi salah satu yang paling rentan terdampak.
“Oleh karena itu, saya meminta pemerintah memperkuat pengawasan terhadap kesiapan infrastruktur pendukung pertanian, mulai dari jaringan irigasi, embung, hingga pengelolaan sumber daya air,” ujar Heni.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mengantisipasi potensi penurunan produksi komoditas pertanian seperti padi, jagung, maupun tanaman hortikultura akibat berkurangnya ketersediaan air selama musim kemarau.
“Pengawasan sebagai bentuk kesiapsiagaan harus dilakukan terhadap kesiapan irigasi, embung, dan seluruh sarana pendukung pertanian agar mampu menjaga produktivitas pertanian meskipun terjadi musim kemarau yang lebih panjang,” katanya.
Selain sektor pertanian, Heni juga menyoroti pentingnya menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Ia meminta pemerintah daerah memastikan cadangan air bersih tetap mencukupi, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini rawan mengalami kekeringan saat musim kemarau.
“Tidak hanya itu, ia mengingatkan perlunya meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana yang kerap menyertai musim kemarau, seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kebakaran permukiman akibat cuaca ekstrem, serta gangguan kesehatan masyarakat karena suhu udara yang lebih panas, ” tegasnya.
Heni berharap seluruh perangkat daerah, mulai dari sektor pertanian, pekerjaan umum, lingkungan hidup, kesehatan hingga penanggulangan bencana dapat memperkuat koordinasi agar upaya mitigasi berjalan efektif.
“Kesiapsiagaan harus dilakukan sejak sekarang. Jangan menunggu sampai masyarakat merasakan dampaknya. Kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci agar risiko musim kemarau dapat diminimalkan dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” pungkasnya.

