Tondi Sosialisasikan Penguatan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Ganjaragung Metro

WARTAPOST.CO.ID, Metro — Anggota DPRD Provinsi Lampung, Muammar Tondi Gaddafi Nasution, kembali melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) kepada masyarakat. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Ganjaragung, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, Minggu (13/09/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya DPRD Provinsi Lampung untuk terus memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila serta wawasan kebangsaan di tengah dinamika kehidupan sosial yang terus berkembang.

Dalam kegiatan tersebut, hadir dua narasumber, yakni Yahya Rachmat, SSTP., MH dan Aziz Mabrur, S.Sos., MH. Sosialisasi dihadiri Lurah Ganjaragung Kiswantara, S.IP., para pamong RT/RW se-Kelurahan Ganjaragung, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Anggota Fraksi Golkar DPDD Provinsi Lampung tersebut menegaskan, Pancasila bukan sekadar dasar negara yang dihafalkan, melainkan menjadi pedoman yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai Pancasila, menurutnya, perlu terus ditanamkan agar masyarakat memiliki sikap saling menghormati, menjaga persatuan dan menyelesaikan berbagai persoalan melalui musyawarah.

“Pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan ini merupakan agenda penting untuk terus mengingatkan kita semua bahwa kehidupan bermasyarakat harus berlandaskan nilai-nilai Pancasila,” ujar Tondi.

Menurutnya, keberagaman yang ada di tengah masyarakat merupakan kekuatan bangsa yang harus dijaga bersama. Perbedaan suku, agama, latar belakang maupun pandangan tidak seharusnya menjadi alasan untuk memecah persatuan. Karena itu, Tondi mengajak masyarakat Ganjaragung untuk terus membangun semangat gotong royong, toleransi dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

“Jangan sampai perbedaan membuat kita terpecah. Justru dengan Pancasila kita memiliki landasan yang sama untuk menjaga persatuan dan membangun kehidupan masyarakat yang harmonis,” ujarnya.

Selain itu, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung tersebut juga menekankan pentingnya peran keluarga, lingkungan masyarakat dan aparatur pemerintahan di tingkat kelurahan dalam menanamkan wawasan kebangsaan.

“Terlebih, perkembangan teknologi dan media sosial membawa berbagai informasi yang dapat memengaruhi cara berpikir masyarakat,” tegasnya,

Menurut Tondi, masyarakat harus mampu menyaring informasi dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang dapat memicu konflik maupun mengganggu kerukunan. Dalam konteks tersebut, nilai persatuan, musyawarah, gotong royong dan penghormatan terhadap sesama menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan sosial.

“Kita harus bijak dalam menerima informasi. Jangan mudah percaya atau menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Persatuan harus kita jaga bersama mulai dari lingkungan keluarga, RT/RW hingga kehidupan bermasyarakat,” tegas Tondi.

Sementara itu, narasumber Yahya Rachmat, SSTP., MH mengatakan penguatan nilai-nilai Pancasila di tengah – tengah masyarakat sangat dibutuhkan. “Memahami Pancasila secara utuh, dan mengimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara merupakan langkah konkrit yang harus terus dipupuk,” tegasnya

Menurutnya, lembinaan wawasan kebangsaan dinilai penting untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.

“Kehadiran unsur pemerintahan kelurahan, pamong RT/RW, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan tokoh masyarakat dalam kegiatan tersebut juga memperlihatkan pentingnya sinergi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban dan kerukunan di lingkungan,” ujarnya.

Oleh karena itu, dirinya berharap kegiatan Sosialisasi PIP-WK tidak berhenti sebatas penyampaian materi. Lebih dari itu, nilai-nilai Pancasila diharapkan dapat diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapannya, setelah kegiatan ini masyarakat semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Mulai dari saling menghormati, menjaga kerukunan, bergotong royong dan menyelesaikan persoalan dengan musyawarah,” pungkasnya.

Related posts