Watoni : Program Sosialisasi Pancasila Untuk Mengingatkan kita Semua.

WARTAPOST.CO.ID, Pringsewu — ‘Saya menyarankan, jika mendampingi anak dalam mengerjakan tugas sekolah untuk tidak membuka Gadget dihadapan anak kita. Sehingga, anak berpendapat bahwa mereka dilahirkan dari orang tua yang punya pengetahuan luas tentang pendidikan,’ demikian disampaikan Anggota DPRD Provinsi Lampung, Watoni Noerdin, dihadapan warga Pekon Sukoyoso, Kecamatan Sukoharjo, Pringsewu. Minggu (03/11/2023).

Dalam diskusinya, Senior PDI Perjuangan Lampung itu menuturkan bahwa program sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila yang digelar oleh Lembaga DPRD sangat penting, dengan tujuan mengingatkan kembalikan bagi kita semua. Karena, akhir-akhir ini semangat pancasila menurun.

“Sehingga, ada ke khawatiran kami akan hal itu. Karena, kalau nilai-nilai pancasila sudah mulai luntur. Maka, akan mudah di susupi oleh paham-paham diluar pancasila,” ujarnya.

Kemudian, Plt Ketua PDI Perjuangan Kabupaten Lampung Tengah itu mengatakan hakikatnya pancasila harus di kenalkan kembali, ke seluruh lapisan masyarakat, agar generasi penerus bangsa, dalam hal ini anak-anak kita, dapat paham akan Pancasila itu secara utuh. Karena, Pancasila diciptakan dari nilai-nilai budaya bangsa, dan beragam agama yang ada di indonesia.

“Jelas. Ketika kita punya semangat sama. Pancasila dapat memberikan semangat dan kepercayaan diri kita semua. Dan ini terbukti, sudah banyak cara mau mulai masuk, menggoyahkan pancasila. Tapi, tidak bisa. Karena, kita masih percaya dan yakin bahwa pancasila adalah dasar negara yang mutlak,” ungkapnya.

Namun, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung itu melanjutkan. Saat ini, secara sadar atau tidak sadar, pengaruh Gadget sangat nyata. Ini harus kita sadari dan segera rubah pola tersebut.

“Maka, dari itu penguatan nilai-nilai pancasila menjadi penting. Agar, kita mudah dipengaruhi oleh paham-paham diluar Pancasila,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan, Dosen UIN Raden Intan Lampung, Sairul Basri (narasumber) bahwa HP (Gadget) sangat mempengaruhi, masyarakat, dan para pemuda generasi bangsa. Khususnya, tentang nilai-nilai pancasila itu dalam kehidupan sehari-hari.

“Banyak terjadi dilingkungan kita, contohnya : jika Bapak/suami HP nya ketinggalan saat berangkat kerja atau sejenisnya. Maka, wajib putar balik untuk mengambil HP itu. Tapi, kalau istrinya ketinggalan, yang bersangkutan meminta istri nya untuk menyusul atau dibiarkan saja,” kelakarnya, senada disambut tawa oleh peserta sosialisasi.

Artinya, Staf Ahli Kementerian Pertahanan RI tersebut melanjutkan. Dari contoh diatas dapat di ambil pelajaran bahwa konsep kerukunan, kebersamaan dalam rumah tangga bisa terganggu oleh pengaruh Gadget, dan dapat mengubah prilaku seseorang kearah negatif dan positif. Tinggal, bagaimana menyikapi perkembangan zaman tersebut, tanpa mengabaikan nilai-nilai pancasila yang menjadi pedoman berbangsa dan bernegara.

“Kita patut apresiasi, DPRD Lampung mau mensosialisasikan Pancasila secara langsung ke masyarakat. Sehingga, lembaga negara memiliki konsep dan tujuan yang sama, yaitu menjaga, merawat, mengamalkan Pancasila secara utuh,” terasnya.

Related posts