
WARTAPOST.CO.ID, Bandar Lampung — ‘Saya sangat menyayangkan warga yang satu Kampung dengan saya atas nama Putu Alif (54), tidak mendapat pelayanan yang baik, dari Puskesmas Poned, Mulya Asri, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tuba Barat. Sehingga, saudara meninggal tanpa penanganan dari pihak Pukses. Ini sangat saya sesalkan’, demikian diungkapkan Anggota DPRD Provinsi Lampung, Budhi Condrowati, Kamis (11/04/2024).
Tentu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mesuji melanjutkan. Perihal pelayanan buruk terhadap warga Lampung khususnya, dari fasilitas publik harus dievaluasi. Bila perlu, berikan sanksi yang seberat-beratnya.
“Yang meninggal ini satu Kampung dengan saya mas. Satu kampung sama saya. Jadi, saya merasa terpukul atas sikap dari pihak Puskes yang tidak sama sekali memberi pelayanan terhadap pasien siapa pun itu,” kata Condrowati.
Dari keterangan pihak keluarga korban, Ketua BAGUNA DPD PDI Perjuangan Lampung itu menuturkan. Sesampainya almarhum (Alif), di Puskesmas setempat, Senin 08 April 2024. Tidak ada tindakan dari perawat yang jaga. Bahkan, setelah lama berbaring di ruangan tindakan, pihak Puskesmas menyarankan untuk di rujuk ke RS Asyifa. Dan yang anehnya ketika akan dibawa ke RS, keluarga korban meminta fasilitas Ambulan untuk dibawa, dan pihak Puskesmas tidak menyiapkan supir.
“Jadi, ini aneh mas. Almarhum (Alif) ini kan keracunan, korban pingsan. Harusnya diberi pelayanan tindakan, dan sejenisnya. Ini malah diam, dan nyuruh di rujuk ke RS. Tapi, pas minta Ambulan, orang Puskesmas bilang supirnya gak ada. Anehkan, padahal Puskesmas Kan fasilitas pelayanan umum. Ini malah Bobrok, dan memakan korban,” tegasnya.
Sebagai Wakil Rakyat, kata Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Lampung itu. Merasa terpukul dan kecewa atas sikap pelayanan Puskesmas Poned. Sehingga, dirinya meminta kepada Pemerintah Daerah dan satuan kerja terkait melakukan tindakan.
“Saya minta Pejabat berwenang segera bersikap. Saya akan kawal kasus ini, agar tidak melebar kemana-mana. Sehingga, tidak ada perbuatan yang anarkis dan berbuat aksi,” tegasnya.
Sementara, RT Kampung Mulya Asri Lingkungan 1, Subur mengatakan masa sudah mulai berkumpul akan melakukan aksi demo, ke Puskesmas Poned. Namun, masih menunggu instruksi dan arahan dari Kepala Kampung – Wakil Rakyat (Budhi Condrowati).
“Ini sekarang, kami lagi kumpul sama Bu Condrowati. Jika, kata Bu Condrowati dan Pak Lurah berangkat, maka kami akan turun Demo. Ini kejadian sudah sering mas. Tapi, baru ini yang mau melaporkan. Apalagi, korban sampai meninggal tanpa tindakan,” kata Subur.
Menurut Subur, kejadian terjadi berawal dari, almarhum (Putu Alif) ditemukan pingsan di ladang pribadinya keracunan obat, pada Senin 08 April 2024. Kemudian, keluarga korban membawa ke Puskesmas Ponet. Namun, sesampainya di Puskesmas tidak ada tindakan sama sekali. Setelah itu, pihak Puskesmas menyarankan untuk di rujuk ke RS Asyifa.
“Tapi, saat di minta Ambulan, pihak Puskesmas menjawab. Bahwa ambulan nya ada, tapi supirnya gak ada. Karena, melihat korban tidak diberi pelayanan oleh pihak Puskesmas, keluarga korban cemas dan membawa menggunakan motor. Sebenernya, keluarga korban berusaha menyetop mobil yang melintas sambil mengemudi motor, hingga mobil ketujuh baru berhenti dan posisi jarak sudah dekat. Dan sesampainya di RS, korban sudah meninggal,” ungkapnya.
Pada intinya, Subur melanjutkan warga setempat menunggu instruksi dan arahan dari Kepala Kampung dan Wakil Rakyat di Provinsi (Budhi Condrowati). “Mereka, akan berkoordinasi dengan pihak Puskesmas, dan pejabat terkait. Jadi, kami tahan dulu mas untuk tidak demo. Tapi, kalau tidak ada tindakan yang serius oleh pejabat terkait kepada Puskesmas Poned. Jangan salahkan kami, jika kami yang mengambil tindakan,” tegasnya.

