
WARTAPOST.CO.ID, Pesawaran — Silaturahmi yang dikemas dalam rangkain kegiatan serap aspirasi, oleh Anggota DPRD Provinsi Lampung periode 2024 – 2029, mendapat respon positif dan sejumlah masukan dari masyarakat. Hal tersebut, membuktikan bahwa kesenjangan pembangunan di segala lini masih harus dibenahi. Sehingga, pemerataan pembangunan sampai tingkat desa dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Ahmad Yani (40), warga Kecamatan Way Khilau Kabupaten Pesawaran menuturkan bahwa reses atau serap aspirasi yang digelar Anggota DPRD Provinsi Lampung sangat berarti baginya dan masyarakat Pesawaran. Karena, sangat nampak nyata pemerataan pembangunan belum dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Way Khilau khususnya.
“Kami bangga, dan berterimakasih atas kehadiran bapak Yudha yang mau bersilaturahmi sekaligus menampung aspirasi kami warga Way Khilau,” kata Ahmad Yani, disela diskusi kegiatan reses tahap 1 Anggota DPRD Provinsi Lampung, Yudha Alhadjid. Kamis (14/11/2024).
Yang perlu diketahui oleh wakil rakyat saat ini, Ahmad Yani melanjutkan. Pertama, soal infrastruktur jalan yang jelas dan sudah dirasakan bersama, dengan kerusakan yang sangat tidak layak untuk dilalui.
“Tidak perlu saya paparkan kondisi jalan itu Bapak Yudha, karena Bapak langsung merasakan tadi, saat melintas menuju kemari. Itulah kondisinya. Dan kami mohon untuk diperhatikan, dan disentuh oleh Provinsi,” ujarnya.
Kedua, persoalan Stunting. Tentu, generasi penerus (Anak-anak) harus menjadi perhatian khusus dari pemerintah. Sehingga, dalam menggapai Indonesia emas di tahun 2045 bukan hanya mimpi.
“Persoalan Stunting sangat tinggi pak, tolong dengan hadirnya Bapak disini dapat memberikan warna perubahan untuk wilayah Kecamatan Way Khilau,” tegasnya.

Menanggapi aspirasi yang disampaikan, Anggota Komisi III DPRD Provinsi Lampung, Yudha Alhadjid mengatakan persoalan yang terjadi dan sudah disampaikan merupakan PR yang harus diselesaikan secepat mungkin. Sehingga, pemerataan pembangunan dapat terwujud. Khususnya, tentang Infrastruktur.
“Saya hadir disini merupakan wujud komitmen yang sudah disampaikan pada waktu itu, menang atau kalah dalam Pileg, saya tetap hadir. Dan alhamdulillah saya terpilih,” kata Yudha.
Mengenai aspirasi yang sudah disampaikan, Yudha. Melanjutkan, dirinya akan berupaya semaksimal mungkin memperjuangkan hak-hak masyarakat Way Khilau khususnya. Namun, perlu diketahui oleh Bapak – Ibu. Sampai saat ini, baru masuk 3 bulan di lantik sebagai anggota DPRD. Kemudian, ditempatkan di Komisi III, yang membidangi keuangan.
“Nah, saya harus jujur kepada bapak-ibu semuanya. Untuk APBD murni 2025 sudah diketok oleh anggota DPRD Lampung periode kemarin. Sehingga, untuk awal 2025. Kami, hanya menjalankan apa yang sudah disahkan. Namun, aspirasi yang disampaikan tadi, akan saya perjuangkan di APBD-P, 2025,” tegasnya.

