
WARTAPOST.CO.ID, Pringsewu — Reses Anggota DPRD Provinsi Lampung, Mustika Bahrum, kembali menjadi ruang penyampaian Aspirasi Masyarakat (Asmara), bagi masyarakat Pekon Klaten, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, Minggu (16/11/2025).
Dalam kesempatan itu, Kepala Pekon Klaten, Ngadik mengatakan saat ini para petani mengeluhkan persoalan irigasi di area persawahan seluas 80 hektar yang berada di belakang Kantor Bupati Pringsewu. Mereka menyampaikan bahwa sejak lama saluran irigasi tersebut tidak pernah dinormalisasi sehingga tidak berfungsi maksimal.
“Dari dulu irigasi di situ belum pernah dinormalisasi. Air memang ada dari Talang, turun ke Klaten, tetapi salurannya kecil, tidak memadai. Kalau air besar datang, justru tidak mengalir normal. Kami berharap ada program normalisasi karena lahan pertanian di sini sangat luas,” ungkap Ngadik.
Kemudian, Ngadik juga mengeluhkan belum adanya pengurus Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di wilayah Klaten, sehingga tidak ada wadah pengelolaan irigasi. “Mereka berharap pembentukan P3A bisa difasilitasi agar program perbaikan irigasi dapat berjalan,” tegasnya.
Selain masalah irigasi, petani juga meminta bantuan pengendalian hama tikus yang kerap menyerang tanaman. Mereka berharap ada dukungan obat-obatan pertanian dari dinas terkait.

Keluhan lain disampaikan oleh perwakilan warga bernama Topan terkait kesulitan mendapatkan kuota Program Indonesia Pintar (PIP) di sekolah. Menurutnya, banyak siswa tidak terakomodasi karena adanya proses seleksi yang membatasi penerima.
“Mayoritas warga mengeluhkan soal kuota PIP. Banyak siswa yang layak, tapi tidak dapat karena seleksi. Mohon dibantu, Pak,” ujarnya.
Warga juga meminta bantuan terkait BPJS Kesehatan, khususnya kepesertaan BPJS PBI bagi masyarakat kurang mampu.
Sementara itu, perwakilan warga lain, Wahyu, menyoroti akses jalan di depan pekon yang tembus ke area Pemda Pringsewu. Ia mengaku tidak mengetahui apakah jalan tersebut merupakan kewenangan provinsi atau kabupaten, namun kondisi jalan yang rusak sangat menghambat aktivitas warga.
Menanggapi beragam aspirasi tersebut, Anggota DPRD Provinsi Lampung Mustika Bahrum menyampaikan bahwa seluruh keluhan masyarakat Klaten sangat penting karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
“Soal normalisasi irigasi, saya minta pak lurah segera melengkapi wadahnya dulu, yaitu membentuk P3A. Setelah itu baru kita bisa bantu untuk mewujudkan harapan masyarakat Klaten,” ujar Mustika.
Terkait kuota BPJS PBI dan bantuan PIP, Mustika yang juga bergelar adat Suntan Pengayom Makhga menjelaskan bahwa kedua program tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai lembaga yang melakukan verifikasi.
“Usulannya sudah masuk, namun BPS memiliki penilaian dan kriteria tersendiri. Tetapi nanti akan kita upayakan agar keluhan masyarakat Klaten bisa terwujud,” tegasnya.

