Warga Bunut Pesawaran Minta Sumur Bor di Hadapan Yudha Alhadjid

WARTAPOST.CO.ID, Pesawaran — Warga Desa Bunut, Kecamatan Way Ratai, menyampaikan aspirasi kebutuhan sumur bor dalam kegiatan Reses Anggota DPRD Provinsi Lampung, Yudha Alhadjid, yang digelar di Balai Desa Bunut, Senin (17/11/2025).

Kepala Desa Bunut, Bayu Fiska Mahendra, dalam sambutannya mengatakan bahwa kehadiran Yudha kali ini merupakan kunjungan kedua di desanya. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun sebelumnya Yudha juga hadir dalam kegiatan sosialisasi Pancasila, dan di tahun 2025 ini kembali menjadikan Desa Bunut sebagai lokasi pertama reses.

“Beliau tidak pernah lupa kepada desa kita, khususnya Dusun Batu Payung. Tahun lalu reses pertama juga dilaksanakan di desa ini, dan tahun ini kembali jadi tempat pertama yang dikunjungi. Ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Bunut,” ujar Bayu.

Menurutnya, antusiasme warga sangat tinggi. Bahkan sebagian warga yang semula hendak ke kebun memilih menunda aktivitas demi bisa bertemu langsung dengan Yudha.

Bayu juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah desa dengan anggota DPRD baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Ia berharap aspirasi masyarakat dapat didengar dan direalisasikan.

“Harapan kami, apa yang menjadi kebutuhan masyarakat yang sudah mempercayakan suaranya, bisa diperjuangkan. Tahun lalu beberapa usulan masih tersimpan datanya dan belum terealisasi. Tugas kita adalah terus membangun komunikasi,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Bayu menyampaikan satu permintaan yang dianggap paling mendesak bagi masyarakat Bunut.

“Saya minta sumur bor. Setuju tidak, Bapak Ibu?” serunya diikuti dukungan warga. “Karena sumber kehidupan itu air.”

Ia menjelaskan bahwa akses air bersih menjadi persoalan utama di beberapa dusun, sehingga keberadaan sumur bor sangat diharapkan dapat membantu kebutuhan warga sehari-hari.

Ditempat yang sama, Anggota DPRD Provinsi Lampung, Yudha Alhadjid mengatakan bahwa kehadirannya dalam kegiatan reses kali ini bertujuan untuk menjaring, menampung, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Ia meminta masyarakat untuk lebih proaktif menyampaikan kebutuhan terutama yang berkaitan dengan kepentingan umum di sektor pendidikan.

“Saat ini tidak bisa dipungkiri kita masih dalam kondisi efisiensi. Pak Kades juga pasti merasakan hal ini. Efisiensi anggaran merupakan instruksi langsung dari pemerintah pusat, sehingga harus kita ikuti bersama,” kata Yudha.

Yudha menambahkan, saat ini dirinya berada di Komisi III DPRD Lampung, yang memiliki tugas dan kewenangan terkait pendapatan asli daerah. Meski begitu, ia memastikan aspirasi dari masyarakat Dusun Batu Payung tetap akan diperjuangkan.

“Ini perlu saya sampaikan, karena tanpa Bapak dan Ibu di Dusun Batu Payung, saya tidak bisa seperti saat ini. Karena itu, sudah saatnya saya memberikan yang terbaik terkait pembangunan di Dusun Batu Payung, Way Ratai,” tegasnya.

Related posts