Mustika Bahrum : Sosialisasi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan Momentum Mempererat Silaturahmi

WARTAPOST.CO.ID, Pesawaran — Anggota DPRD Provinsi Lampung, Mustika Bahrum, menggelar kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Desa Sukamandi, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, Sabtu (07/03/2026).

Dalam sambutannya, Mustika Bahrum menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi Pancasila dapat menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara.

“Hari ini silaturahmi yang kedua. Sebelumnya sudah pernah dilaksanakan di awal 2025. Mudah-mudahan silaturahmi yang digelar ini dapat membawa manfaat bagi masyarakat Sukamandi, khususnya di Kecamatan Way Lima,” kata Mustika Bahrum.

Lebih lanjut, Anggota Komisi I DPRD Provinsi Lampung tersebut menegaskan bahwa sebagai wakil rakyat dirinya tidak pernah membeda-bedakan masyarakat, baik yang mendukungnya pada Pemilihan Legislatif (Pileg) maupun tidak.

“Dalam diri saya tidak pernah membedakan setiap orang. Apakah dia memilih saya atau tidak pada Pileg kemarin. Insya Allah saya tetap istiqomah menjalin silaturahmi dengan siapapun. Karena ketika saya sudah dilantik sebagai wakil rakyat, maka saya adalah wakil kalian semua,” tegasnya.

Mengenai materi Pancasila, Suntan Pengayom Makhga (gelar adat Mustika Bahrum) sengaja menghadirkan dua narasumber untuk memberikan pemaparan mengenai nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan kepada masyarakat. Menurutnya, kehadiran narasumber diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga ideologi bangsa.

“Untuk materi Pancasila, dalam forum resmi ini kami menghadirkan dua narasumber yang berkompeten untuk memaparkan materi. Silakan nanti diikuti dengan baik,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu narasumber, Risodar AH, menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi pembinaan ideologi Pancasila bertujuan untuk saling mengingatkan dan memperkuat pemahaman masyarakat terhadap dasar negara Indonesia.

Ia menegaskan bahwa Pancasila merupakan landasan ideologi bangsa, sementara Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 menjadi dasar konstitusional negara.

“Pancasila dan UUD 1945 memiliki kedudukan yang sangat penting bagi bangsa Indonesia. Pancasila merupakan dasar ideologi negara, sementara UUD 1945 menjadi landasan konstitusi yang mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelasnya.

Menurutnya, setiap kegiatan kenegaraan selalu diawali dengan penghormatan terhadap simbol-simbol negara, seperti menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan Pancasila, serta pembukaan UUD 1945. Hal tersebut menunjukkan betapa pentingnya kedudukan Pancasila dalam kehidupan berbangsa.

Risodar juga menjelaskan bahwa kata Pancasila berasal dari bahasa Sanskerta, yakni “panca” yang berarti lima dan “sila” yang berarti dasar. Lima sila tersebut menjadi fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di Indonesia.

Ia menambahkan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya dihafal, tetapi harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan keluarga hingga kehidupan sosial di masyarakat.

“Semua orang mungkin bisa menghafal lima sila Pancasila, tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Risodar juga mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara yang terdiri dari ribuan pulau, suku, bahasa, dan budaya. Keberagaman tersebut hanya dapat dipersatukan melalui nilai-nilai Pancasila.

“Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa dan budaya. Namun kita tetap bisa bersatu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia karena kita memiliki dasar negara yang sama, yaitu Pancasila,” ujarnya.

Bukan hanya itu, Risodar menegaskan bahwa Pancasila lahir digali dari seluruh unsur, Agama, Budaya, suku, ras dan golongan. Sehingga, wajib bagi seluruh masyarakat Indonesia khusus Pesawaran untuk mengakui, meyakini, mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam keseharian.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga persatuan, memperkuat rasa kebangsaan, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat,” tegasnya.

Related posts