Reses : Warga Waya Krui Banyumas Pringsewu Keluhkan Jalan dan Gaji Guru Ngaji

WARTAPOST.CO.ID, Pringsewu — Serap aspirasi perdana anggota DPRD Provinsi Lampung periode 2024 – 2029, mendapat respon positif dari warga yang disambangi. Khususnya, wilayah Waya Krui, Banyumas, Pringsewu, yang dengan tegas meminta perbaikan infrastruktur jalan dan gaji guru ngaji.

“Yang menjadi pikiran saya, Banyumas ini ada Dewan Kabupaten dari Golkar. Tapi, akses jalan yang ada disini sudah lama tidak bagus-bagus. Jadi, bagaimana caranya, jalan dibenahi terlebih dahulu. Dan akan kami catat. Mohon, diberikan petunjuk solusi termudah dan tercepat,” kata Warga Waya Krui, Banyumas, Pringsewu, Khozimnur. Minggu (17/11/2024).

Kedua, kata Khozimnur. Mewakili tokoh adat dan agama di Kabupaten Pringsewu. Sangat sedih melihat kondisi guru ngaji, yang hanya mendapat honor sebesar 100 per-bulan. Apakah, dana tersebut dianggarkan dari Desa, Kabupaten atau Provinsi.

“Saya malu dan sedih, dihadapan Allah. Ketika, gajih guru ngaji dibayarkan 100 ribu per-bulan. Sementara, bupati, Dewan, Gubernur, Presiden menyimpan miliaran. Bisakah itu dinaikin, menjadi 1 juta per-bulan,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Pengurus Masjid Al-hidayah Waya Krui Banyumas Pringsewu. Imron mengatakan warga di wilayah nya berencana memperbaiki masjid yang tidak memungkinkan lagi. Dengan kondisi yang layak di renovasi, namun saat ini terbentur anggaran yang belum mencukupi. Oleh karena, dengan hadirnya anggota DPRD Lampung dapat memberikan support bantuan anggaran.

“Ijin Suntan, kami warga disni sudah mulai rencana merapihkan masjid. Jadi, anggaran belum ada, artinya ketika Suntan ada rezeki untuk membagi. Kami sudah kesana kemari mencari dana, untuk pembangunan masjid tersebut. Tapi, belum mendapatkan. Jadi, mohon kebijaksanaan untuk dibantu dari sisi anggaran,” ungkapnya.

Menanggapi aspirasi yang disampaikan warga, Anggota DPRD Provinsi Lampung, Mustika Bahrum mengatakan keluhan yang disampaikan menjadi catatan untuk segera di perjuangkan. Namun, hal yang perlu diketahui, untuk infrastruktur ada bagian dan ranahnya masing-masing. Misalnya, jalan yang ada di hadapan kita semua adalah ranah Kabupaten. Tapi, tidak menjadi persoalan. Yang pasti, masyarakat sudah menyampaikan. Dan tentunya, akan dikoordinasikan dengan DPRD Kabupaten untuk di tindaklanjuti.

“Buat proposal, sampaikan kepada kami. Mudah-mudahan, akan kita upayakan. Karena, proposal menjadi dasar saya untuk mengambil anggaran untuk perbaikan jalan tersebut,” ujarnya.

Yang pasti, Suntan Pengayom Makhga (Gelar Adat Mustika Bahrum) mengaku silaturahmi yang digelar pada kesempatan reses ini dapat membawa manfaat bagi masyarakat disini. Terlebih, melihat kondisi jalan yang tidak layak.

“Insya Allah, apa yang menjadi keluhan warga disini dapat terealisasi. Agar dapat menjadi kenangan dan tanda perjuangan untuk masyarakat selama pengabdian sebagai anggota DPRD Lampung. Selebihnya, koordinasikan dengan Koordinator saya agar dicatat,” ungkapnya.

Related posts