Bustami Zainudin : Prof. Lusmeilia Harapan Baru Unila

WARTAPOST.CO.ID, Bandar Lampung — Banyak dukungan, harapan, dan apresiasi dari sosok Rektor Unila terpilih periode 2023 – 2024, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, DEA, IPM (yang akrab dipanggil Mbak Lusi). Tidak terkecuali, Senator asal Lampung yang juga alumni Universitas Lampung (Unila), Bustami Zainudin.

“Sebagai sesama alumni, tentu kami bangga, Unila kembali dipimpin oleh alumni,” kata Wakil Ketua Komite II DPD RI, Bustami Zainudin. Kamis (29/12/2022).

Lebih lanjut, Bustami sangat mengapresiasi langkah cepat dan tepat KemdikbudRistek RI, Mas Nadiem Makarim untuk melakukan percepatan pemilihan rektor Unila. Sebagai langkah percepatan untuk memulihkan Unila kembali ke situasi normal, agar kebanggan masyarakat lampubg itu, bisa pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat.

“Terpilihnya Prof. Lusmeilia Afriani tentu menjadi harapan baru, memberi rasa optimisme baru untuk menatap Unila ke depan menjadi lebih baik, menjadi salah satu Universitas Terbaik di Indonesia,” kata Bustami.

Menurutnya, peristiwa OTT KPK yang melibatkan para petinggi Unila tentu menjadi noda hitam bagi perjalanan Unila. Namun, meminjam bahasa Bang Anshori Djausal “Munculnya Petir kadang menjadi baik karena membantu membersihkan udara dari polutan polutan yang ada”.

“Bukan mensyukuri atas apa yang terjadi, tetapi kita harus bisa mengambil hikmah atas peristiwa ini menjadi energi positif untuk bergerak maju,” ujarnya.

Dengan demikian, kata Bustami. Sambil menunggu waktu pelantikan, Prof. Lusmeilia Afriani harus segera melakukan konsolidasi, membangun soliditas bersama, mensinergikan semua kekuatan yang ada, dengan basis kompetensi dan integritas semua stakeholder untuk membawa Unila bisa bergerak maju secara lebih cepat.

“Politisasi kampus, intervensi pihak eksternal, friksi friksi di internal Unila yang mungkin masih ada, sedapat mungkin untuk bisa dihilangkan,” tegasnya.

Selain itu, Bustami juga berpesan bahwa membangun Unila tidak bisa lagi dengan cara – cara normatif. Tapi, mesti lebih progresif, lebih revolusioner, supaya ada lompatan kemajuan.

“Potensi itu ada dan kuat, tinggal bagaimana Prof. Lusi yang sejatinya dari awal dianggap Underdog, yang secara mengagetkan justru yang terpilih, mampu “mengorkestrasi” seluruh kekuatan, seluruh potensi dan kemampuan yang ada untuk kemajuan Unila,” tegas Bustami.

Sebagai alumni, lanjut Bustami. Tentu pihaknya tidak akan tinggal diam, siap memberikan dukungan yang diperlukan semampu yang kami bisa lakukan. Unila ke depan harus menjadi yang terbaik, di tengah persaingan yang tentu tidak akan pernah mudah. “Saya secara pribadi yakin dan percaya Prof. Lusi bisa melakukan itu,” ujarnya.

Untuk diketahui, Prof. Lusmeilia Afriani, DEA memperoleh suara mayoritas yaitu 44 suara dan sah menjadi Rektor Unila yang baru.

Pemilihan Rektor Unila 2022 dipercepat, pasca-Unila diguncang kasus OTT KPK yang melibatkan Rektor Non Aktif Prof. Karomani, Purek I Unila dan juga Ketua Senat Unila. Dengan begitu harus segera terpilih rektor yang baru.

Related posts