
Bandar Lampung — Keprihatinan terhadap kondisi masyarakat Lampung menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau dan hujan abu vulkanik turut mewarnai rapat paripurna DPRD Provinsi Lampung, Selasa (08/09/2026).
Anggota Fraksi PKS DPRD Provinsi Lampung, Puji Sartono, mengajak seluruh anggota DPRD dan tamu undangan untuk sejenak memanjatkan doa bersama demi keselamatan masyarakat Lampung yang terdampak aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Ajakan tersebut disampaikan Puji sebelum Sidang Paripurna ditutup oleh Pimpinan sidang.
Dirinya menyebut, saat itu merupakan hari kedua siswa di berbagai jenjang pendidikan diliburkan menyusul kondisi lingkungan akibat hujan abu vulkanik.
Selain itu, aktivitas penerbangan di Bandara Raden Intan II juga sempat terdampak kondisi tersebut dan baru kembali membuka penerbangan pada pukul 10.00 WIB.
“Mengingat hari ini merupakan hari kedua kondisi anak-anak tidak sekolah dan Bandara Raden Intan baru membuka penerbangan pada jam 10 tadi. Dikarenakan adanya bencana alam Gunung Anak Krakatau,” kata Puji.
Menurut Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung tersebut, rapat paripurna merupakan forum yang tepat untuk menunjukkan empati terhadap masyarakat yang tengah menghadapi situasi akibat aktivitas gunung api.
“Sangat baiknya, pada forum yang baik dan terhormat ini kita berempati dengan kondisi alam yang sedang tidak baik-baik saja. Dan kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Sehingga, saya mengajak kita semua sejenak berdoa bersama,” ujar Puji.

Ajakan tersebut mendapat respons positif dari pimpinan DPRD Provinsi Lampung yang memimpin jalannya rapat paripurna. Puji kemudian dipersilakan untuk secara langsung memimpin doa bersama.
Dalam doanya, politisi PKS Lampung itu membacakan doa yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW, yakni doa Qurb atau doa yang dibaca dalam kondisi genting.
Sebelum memulai, Puji meminta seluruh peserta sidang paripurna dan tamu undangan mengikuti doa yang dibacakannya.
“Hadirin sidang paripurna dan tamu undangan untuk mengikuti apa yang saya bacakan,” ucapnya.

Doa tersebut diawali dengan bacaan:
“Laa ilaaha illallahul ‘adzhiimul haliim, laa ilaaha illallaahu rabbil arsyil ‘adzhiim, laa ilaaha illallaahu rabbus samaawaati wa rabbul ardhi wa rabbul arsyil kariim.”
Bacaan tersebut memiliki arti: “Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun. Tidak ada Tuhan selain Allah, Tuhan Arasy yang agung. Tidak ada Tuhan selain Allah, Tuhan langit dan bumi, serta Tuhan Arasy yang mulia.”
Puji kemudian mengajak seluruh peserta untuk membayangkan kondisi Gunung Anak Krakatau sembari memanjatkan doa agar aktivitas alam tersebut tidak menimbulkan dampak yang membahayakan masyarakat.
“Tolong bayangkan wajah Gunung Anak Krakatau, supaya Allah SWT yang Maha Memiliki langit dan bumi dapat menenangkan dan tidak membahayakan makhluk ciptaan yang sama-sama kita ketahui,” tegasnya.
Doa tersebut kemudian kembali dikumandangkan untuk kedua kalinya dengan diikuti oleh peserta rapat paripurna.
Momen doa bersama itu menjadi bentuk keprihatinan DPRD Provinsi Lampung terhadap masyarakat yang terdampak hujan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Di tengah situasi tersebut, keselamatan masyarakat menjadi perhatian, terutama setelah pemerintah daerah mengeluarkan surat edaran terkait peliburan siswa dari seluruh jenjang pendidikan sebagai bagian dari langkah antisipasi dampak erupsi.
Puji berharap doa yang dipanjatkan bersama tersebut menjadi ikhtiar batin agar kondisi Gunung Anak Krakatau kembali tenang dan masyarakat Lampung senantiasa diberikan keselamatan serta perlindungan.

